jam

Sabtu, 28 September 2019

Rembulan Dan Matahari

Pertama melihatmu "Teduh" yang aku rasa. sosok yang pendiam seperti kotak pandora.
 aku tak menyangka akan memiliki perasaan ini, rasa yang begitu absurd menurutku.
rasanya baru kemarin aku yang tak peduli dengan kamu; orang baru yang  tiba - tiba tanpa permisi duduk disebelahku, aku yang saat itu tak begitu peduli dengan kehadiranmu "ah yauda anak baru jg bodo amat" tapi entah dari mana mulanya saat mata kita bertemu, aku menemukan keteduhan itu; sorot mata yang teduh aku merasa jatuh cinta pada tatapan itu.
sejak hari itu kehadiranmu; canduku
tanpa sadar aku selalu memperhatikanmu; tatapan mata yang teduh, senyum secerah sinar matahari segala hal tentangmu begitu indah.
tapi aku cukup sadar  akan posisiku sebelum hari itu datang; tiba - tiba kamu mengusap kepalaku dan boom perasaanku meledak~


hari berganti minggu berlalu setelah kelas usai kamu yang terkadang datang berkumpul bersama kami memainkan permainan menghilangkan stress wkwk
aku masih sangat ingat saat aku akhirnya harus kalah dan ya- harus menerima hukuman bukan~
pertama kali aku melihatmu begitu antusias terhadapku; sedikit perasaanku menghangat
setelah hari hari itu berlalu, aku merasa kamu memperlakukan ku sedikit istimewa hal hal kecil yang membuatku bahagia
tapi, sering kali aku melihatmu duduk di pojok kantin sendirian sambil bermain handphone sambil tersenyum. dalam hati "ah manisnya haha" aku menemukan sisi dirimu yang lain kamu bisa tertawa begitu manis ah~

akhirnya semuanya jelas.
kenapa kamu sering tersenyum sambil menatap layar ponselmu, mengapa kamu terkesan cuek terhadap wanita lain; ternyata hatimu telah ada yang memiliki. dan itu bukan aku
dia sangat beruntung bukan? memiliki kamu yang begitu meneduhkan
dan bagaimana aku? perasaanku?
hancur;remuk
aku ingin menagis mengutuk tuhan kenapa harus kamu, kenapa harus aku, kenapa ada dia?
kenapa begitu rumit?
aku mengutuk takdir konyol ini~
mari berdamai dengan takdir, meskipun tak bisa memiliki hatimu asal aku masih bisa melihat senyum secerah Matahari dan tatapan seteduh Sang Rembulan sudah cukup bagiku.



 DARI GADIS YANG PERNAH KAU USAP KEPALANYA`

Tidak ada komentar:

Posting Komentar