jam

Selasa, 07 Oktober 2014

hai sahabat; aku mencintaimu sampai ujung usiaku

Kalian sudah tahu bukan siapa aku? aku adalah sosok gadis bodoh yang jatuh cinta dalam diam.
Gadis bodoh yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri dan tak punya nyali untuk mengungkapkan perasaannya, aku takut untuk melanjutkan perasaan ini bahkan aku tak tau harus memulai semua ini dari mana kareana mungkin memang tak pernah ada awal dari kisah ini.
aku tak ingin membuatmu menjauh dariku karena semua ini, aku tak ingin persahabatan yang telah lama ini hancur hanya karena; perasaan bodohku ini.
aku hanya ingin tetap disampingmu melihat senyum manismu setiap pagi  melihat kau tertawa karena aku, menikmati hidupku meski aku tahu; pada akhirnya bukan aku yang ada disampingmu.
meski aku harus memendam ini semua tak apa asalkan kita tetap bersama walaupun hanya sebatas ikatan; persahabatan 

Ya kita sudah menjalin persahabatan sejak duduk dibangku SMP awal perkenalan kita
kejadian yang terasa baru kemarin terjadi rasanya aku ingin hal itu tak pernah terjadi, karena pada hari itu semua perasaan ini dimulai persahabatan kita dan; rasa cintaku untukmu.
apa kamu masih ingat dengan hari itu? hari diamana kamu menjadi pangeran impianku hari dimana semua cerita ini dimulai.
aku yang dulu sangat pendiam bahkan tak memiliki seorang teman sama sekali mungkin mereka takut dengan aku yang terlalu pendiam dan tak suka bergaul. diriku seolah diselimuti kegelapan; kesendirian, tapi kamu datang membawa cahaya kehidupan untukku.
mengajarkan aku banyak hal tentang kehidupan kamu segalanya untukku meskipun aku hanya seorang sahabat; dimatamu

Hari berganti hari bulan dan tahun tak terasa kita telah menjalin persahabatan ini selama 3tahun lebih dan selama itu aku memendam ini semua perasaan yang entah sampai kapan ku rasakan sendiri
sungguh aku tak bisa membayangkan hidupku tanpamu disampingku, aku telah terbiasa melihatmu terbiasa bersamamu aku telah masuk dalam jerat pesonamu. rasanya aku tak bisa berhenti mengagumi ciptaan tuhan yang satu ini kamu terlalu berkilau aku terlalu mencintaimu; mencintai dalam diam.
aku berharap kita bisa selalu bersama bahkan aku berharap esok hari ketika hari itu tiba; hari dimana kamu mengucap janji suci didepan altar dihadapan tuhan berjanji akan mencintai sosok wanita yang berdiri disampingmu, aku berharap itu adalah aku. semoga saja tuhan mendengarkan doaku
tapi kenyataan kembali membuatku sadar bahwa ikatan kita hanya sebatas; persahabatan.
aku tak pernah tahu bagaimana perasaanmu kepadaku rasanya 3tahun aku mengenalmu menjadi sahabatmu belum cukup untuk aku memahami bagaimana perasaanmu kepadaku, memang kamu bertingkah sangat berbeda saat bersamaku. kamu yang sehari - hari terkesan cuek bahkan tak peduli dengan keadaan sekitar bisa berubah sangat hangat saat bersamaku, mungkin karena sikapmu itu aku semakin mencintaimu tapi apakah memang aku yang selalu ada dihatimu? atau kamu hanya bersikap begitu karena kasihan melihat hidupku? entahlah hanya tuhan dan kamu yang tahu semuanya

Hidup ini tak semulus jalan tol bukan? ya memang benar, aku tak bisa selamanya disampingmu kelak kamu pasti memiliki wanita yang akan mendampingimu menemanimu dihari tuamu.
aku masih sangat ingat dengan hari itu; hari dimana aku melihat senyum yang selalu kau berikan padaku kau berikan juga pada gadis itu, tatapan mata yang tak pernah ku temui disetiap kau menatap mataku; tatapan memuja. kamu melihatnya dengan tatapan itu
rasanya hari itu hatiku hancur berkeping - keping hatiku seperti digenggam terlalu kuat sesak, sakit.
waktu terasa berjalan begitu lambat aku melihat semua itu melihat kamu memberikan senyum dan tatapan itu pada gadis itu dan gadis itu memberikan senyumnya padamu, mukamu tiba - tiba bersemu merah bukan bersemu merah karena terlalu banyak bercanda bersamaku seperti biasanya tapi kali ini aku mulai paham semua ini karena kamu; jatuh cinta pada gadis itu. dan aku mulai sadar akan posisiku dihatimu
kalian tahu bukan rasanya seperti apa? tak bisa ku jelaskan bagaimana perasaanku saat itu.
aku berusaha sekuat tenaga agar tak meneteskan air mata didepanmu aku berusaha terlihat biasa saja meskipun hatiku; remuk redam.

Tak pernah ku bayangkan aku yang selalu disampingmu selama 3 tahun ini tak bisa memiliki hatimu. sedangkan dia? dia yang baru saja kamu temui tadi pagi bisa memikat hatimu entahlah apa yang kurang dari aku dan lebihnya dia.
waktu terus berjalan dan sejak hari itu semua telah berubah; kamu perlahan - lahan semakin jauh.
kamu yang setiap hari selalu bersamaku perlahan - lahan menjauh aku terlalu takut untuk bertanya  ada apa? aku hanya bisa menunggu, ya menunggumu.
sekarang aku sudah mulai terbiasa sendiri aku kembali pada kehidupan awalku yang; gelap
aku terlalu takut untuk mendekatimu menanyakan kegiatan apa yang kamu lakukan hingga kamu lupa pada sahabatmu ini. pengecut bukan? ya memang
apa kamu sibuk mengejar gadismu itu hingga melupakan sahabatmu ini?

Pagi ini seperti biasanya aku duduk sendiri di tangga ini; tangga yang dulu selalu ada kamu dan aku bercanda bersama, tapi sejak hari itu ya hari itu miris bukan haha
setiap pagi aku selalu duduk disini menantimu meskipun tak jarang hanya kekecewaan yang aku dapatkan tapi tak apa asalkan aku bisa melihatmu baik - baik saja sudah cukup bagiku.
tapi entah hari ini keberuntunganku atau mungkin takdir. aku bertemu denganmu dan kamu berbicara padaku rasanya sudah sangat lama aku tak melihat senyummu, rasanya senang bukan main saat kamu yang datang tiba - tiba memelukku sambil berkata "rindu" detik itu juga aku berharap tuhan menghentikan waktu walau hanya beberapa saat. aku ingin menikmati pelukmu aku ingin selalu kau peluk kau berikan kata - kata rindu yang membuatku terbang ke awang - awang
dan kamu melepas pelukmu rasanya aku tak ingin semua ini berakhir tapi tak apalah aku sadar akan posisiku yang hanya sahabatmu.
dan pada akhirnya kamu menjelaskan semuanya tentang kenapa kamu mengilang tiada kabar beberapa minggu ini tentang semuanya, kamu membuatku bernafas lega tapi semua itu tak berlangsung lama saat tiba - tiba kamu memelukku dengan sangat erat sambil berkata "aku sudah jadian sama *nama gadis itu*" hening aku hanya terpaku mendengar semua itu waktu seolah berhenti berjalan saat itu juga air mataku menetes begitu saja tanpa bisa ku cegah entahlah rasanya; remuk redam menyakitkan miris hal yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata - kata dan tanpa ku sadari aku menangis dipelukanmu meluapkan semua perasaan yang selama ini ku pendam menangisi kebodohanku menangisi semua tingkah pengecutku.
aku mencoba menerima semuanya saat kamu bertanya kenapa aku menangis? aku hanya berkata terharu entahlah aku tak bisa berbicara terlalu banyak hatiku masih hancur pikiranku masih kosong masih berharap ini semua hanya mimpi: dan saat aku terbangun semua mimpi ini akan berakhir.
sejak kejadian itu semua terasa semakin berbeda aku merasa takut untuk bertemu denganmu
aku takut hatiku tak kuat melihat ada sosok gadis lain yang berjalan disampingmu yang kau peluk mesra sambil bercanda dan itu bukanlah aku

Tak terasa sudah setengah tahun ya? aku masih seperti ini, masih mencintaimu dalam diam meskipun kini kamu telah memiliki kekasih dan aku hanya bisa melihat senyummu dari jauh. meskipun kita masih menjadi sahabat tapi aku tak bisa bertingkah seperti dulu bukan? aku takut bila aku bertingkah seperti dulu kekasihmu akan marah padaku akan cemburu padaku aku tak mau menjadi perusak, jadi biarkan aku seperti ini; menikmati semua dalam diam.

Memang sejak hari itu rasanya aku tak ingin melakukan kegiatan apapun aku hanya ingin menghabiskan hariku dialam khayalku dimana semua hal yang ku inginkan menjadi kenyataan; aku dan kamu menjadi kita.
ya sekarang aku memiliki teman baru, teman yang tak akan pernah meninggalkanku teman yang mau mendengar semua keluh kesahku; buku diary dan hujan.
entahlah aku juga tak tahu sejak kapan aku mulai menulis kembali dalam buku diary ini dan hujan? aku sangat suka dengan hujan. hujan memberiku ketentraman hujan membuatku bisa mengeluarkan semua resah hatiku.
Dan sejak penyakit ini mengerogotiku, aku semakin takut untuk melihat hari esok ya kangker otak stadium akhir. aku juga tak tahu sejak kapan kangker ini mengerogoti tubuhku
aku hanya bisa berterimakasih pada tuhan atas semua karuniaNYA.

Aku melihat kamu memeluk mesra dia, aku ingin memaki - maki gadis itu; gadis yang telah merebut pangeran impianku tapi apa daya aku hanya bisa menangis dibawah gemercik derasnya hujan
aku menangis dibawah derasnya hujan aku tak peduli dengan tatapan orang - orang yang menganggapku aneh aku tak peduli dengan kondisi tubuhku aku hanya ingin menangis sudah tak sanggup aku menahan ini semua. kalau aku boleh meminta tuhan tolong cabut saja nyawaku bawa aku bersamamu bebaskan aku dari semua rasa sakit ini.
2 minggu telah berlalu dan selama itu aku tak bertemu denganmu hatiku masih rapuh jiwaku masih sakit.
apakah kamu masih ingat ini hari apa? ya ini adalah hari kelahiranku dimana aku telah hidup selama 17 tahun, dan aku hanya berharap kamu mengingatnya ya walaupun aku tak yakin.
semua ini menyakitiku harapan ini membuat luka yang telah ada semakin mengangga karenamu

saat istirahatpun tiba rasanya tubuhku semakin lemas saja aku sudah tak kuat. sebelum aku menutup mata tuk terakhir kalinya aku ingin melihat senyummu. mungkin tuhan mendengarkan doaku saat tiba - tiba saja kamu masuk dalam kelas dan menghampiriku kamu tersenyum padaku dan berkata "maaf aku tak bisa memberimu apa - apa. aku lupa kalau hari ini ulang tahunmu maafkan aku sungguh. hanya ini yang bisa aku berikan" kamu memberiku sebuah kertas yang tertulis selamat ulang tahun sahabatku tersayang aku menyayangimu
sungguh itu lebih dari cukup dan aku hanya bisa tersenyum kalau saja aku masih memiliki tenaga pasti aku akan memelukmu dengan erat tapi apa daya.
terimakasih untuk 17 tahun terindah dalam hidupku dan sebelum aku benar - bener menutup mata ini, aku memberikan sepucuk surat untukmu
selamat tinggal sahabat terkasihku

aku sudah tak kuat menahannya, semua telah hancur dan mungkin ini adalah tulisan terakhir untukmu

hai kamu sahabatku? bagaimana kabarmu? ah aku bodoh bukan kita satu sekolah satu kelas tapi aku terlalu pengecut untuk sekedar menyapamu langsung aku takut dengan perasaanku jadi maafkan sahabat bodohmu ini yang hanya bisa menulis semua lewat diarynya ini.
saat kamu membaca tulisan ini mungkin aku sudah ada dipelukan yang maha KUASA
maaf maaaf beribu maaf aku hanya bisa menuliskan ini aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semua perasaanku. aku yang kau anggap sahabatmu ini telah lama mencintaimu bahkan sejak awal kita bertemu.
aku terlalu takut untuk mengungkapkan semuanya aku takut kamu pergi menjahuiku karena tau akan perasaanku ini, tapi aku sangat bersyukur karena tuhan telah memberiku waktu untuk bersamamu meskipun aku hanya sebatas sahabat dimatamu
aku tak bisa berkata banyak tentang ini semua aku hanya berharap kamu bisa hidup bahagia dengan gadismu.
dan satu hal aku berharap kamu ingat pada hari ulang tahunku ini hehe
maafkan aku yang tak bisa menepati janjiku untuk bersamamu selamanya karena tuhan sangat menyayangiku jadi aku harus pergi meninggalkanmu. sekali lagi maafkan aku karena tak memberi tahumu soal penyakitku ini, aku tak ingin membuatmu cemas. toh pada akhirnya aku akan berpulang padaNYA
sayonara sasukekun. aku selalu mencintaimu
salam dari sahabat yang mencintaimu

saat kamu telah selesai membaca surat itu dan saat itu juga air matamu menetes  entah apa yang membuatmu menangis? penyesalankah? atau rasa kasihan ? sudahlah kisah ini memang tak akan ada akhir yang bahagia bukan?

hari pemakaman pun tiba mungkin langit juga ikut bersedih dihari itu hujan rintik - rintik membasahi bumi seolah menangisi kepergianmu. aku ingat bahwa kamu sangat menyukai hujan bukan ? tolong kalau ini mimpi bangunkan aku. aku hanya ingin meminta maaf padamu. aku sangat bodoh tak menyadari perasaanmu sungguh aku merasa menjadi lelaki paling kejam di dunia
maafkan aku.

ya inilah akhir kisah ku, cinta yang tak pernah terwujud










salam ; cherry

Jumat, 03 Oktober 2014

Kekasih Tersembunyi

aku sudah lelah dengan semua ini, dengan bodohnya aku masih menyimpan perasaan ini.
aku selalu berharap kamu menjadi milik ku seutuhnya, aku selalu bermimpi bisa berjalan berdampingan denganmu tapi kenyataan kembali menamparku pada kenyataan yang ada; bahwa aku tak pernah nyata dimatamu.
tapi takdir seolah mempermainkan aku, kenapa saat aku telah berusaha melupakanmu menerima takdir bahwa; aku tak akan pernah nyata dimatamu, tapi kamu kembali menarikku masuk dalam pesonamu.
pesonamu seakan menarikku masuk dalam jurang tanpa dasar, aku tak mengerti dengan cara apa kamu bisa membuatku mencintaimu lagi, aku yang telah bersusah payah melupakanmu dengan mudahnya kamu membuatku memujamu kembali.
sungguh aku merasa bodoh, aku sadar aku hanya tempat persingahanmu aku hanya; kekasih terembunyi yang tak pantas menjadi tujuanmu bukan.

aku yang telah lama mencintaimu dalam diam melihatmu bersama wanita - wanita lain itu. sudah cukup rasanya air mataku tak bisa keluar lagi sudah lelah aku mencintaimu.
kamu yang dulu pernah bersamaku meskipun aku hanya; kekasih tersembunyimu. 
entahlah aku wanita macam apa aku wanita yang sangat bodoh atau lebih tepatnya; terbodohi oleh cinta.

aku sudah tau sejak awal disini akulah yang salah, dengan bodohnya aku mau - maunya saja menjadi kekasih tersembunyimu. aku bodoh bukan? sejak awal aku sudah tau dan sadar, bahwa aku hanya tempat pelarianmu bukan tujuanmu. tapi dengan bodohnya kenapa aku masih bertahan? entahlah aku juga tak mengerti dengan semua ini.
kenapa rasanya begitu sulit melepasmu? melepas semua perasaan ini?
kamu begitu mudah melepasku dan menarikku kembali, rasanya aku begitu sulit lepas dari jerat pesonamu

aku memang mencintaimu dan aku sadar betul aku tak memiliki hak apapun untuk melarangmu bersama wanita - wanita itu. aku punya hak apa? aku hanya seorang kekasih tersembunyi bukan? aku hanya bisa menangis menangisi kebodohanku yang tetap bertahan disampingmu meskipun rasa sakit ini selalu bersamaku.

aku cemburu, aku iri, aku ingin seperti dia yang bisa berjalan disampingmu bisa kau tunjukkan pada dunia, yang selalu kau bangga - banggakan yang selalu membuatmu tersenyum aku ingin mencintaimu saja dan aku ingin dijadikan satu - satunya tapi semua itu seperti mengenggam pasir; tak mungkin terjadi
tapi aku sadar diri, emas sepertimu tak pantas mencintai lumpur kotor sepertiku.

masih sangat segar di memori otak ku ketika kamu memutuskan semua tentang; kita akan berakhir
rasanya hatiku begitu sakit ketika kau mengatakan hal yang tak bisa di nalar dengan logika, tapi kamu tak mau peduli dengan perasaanku, dengan perjuanganku, dengan semua rasa sakitku.
kamu tetap bertahan dengan keputusan ini, keputusan untuk mengakhiri semua ikatan yang terjalin antara kita, meskipun ini tak adil bagiku tapi kamu tak mau peduli, ya sejak awal kisah ini tak akan ada happily ever after bukan?
 
hatiku tak bisa menerima semua ini terlalu menyakitkan bagiku kamu yang selalu ku jadikan nomor satu, kamu yang selalu ku perjuangkan dengan sangat kejamnya menyakitiku begitu dalam.
dari dulu aku memang tak pernah ada dihatimu bahkan dimatamu, mungkin bagimu aku hanya mainan yang kau mainkan dan kau buang saat kau sudah bosan bermain dengannya
tapi bagiku kamu lebih dari hidupku lebih dari diriku sendiri, bahkan aku rela menjadi hina seperti ini; dengan menjadi kekasih tersembunyimu.

semua harus berakhir bukan ? ya aku mencoba menerima semua hal yang sejujurnya tak pernah bisa ku terima. aku mencoba memulai hidupku kembali tapi tanpamu. tak ada lagi kita yang ada hanya aku sendiri menjalani hidupku yang baru membuka lembaran kisah tanpa kamu dalam buku baruku
kita; aku dan kamu memulai hidup kembali tapi mungkin yang lebih tepatnya aku yang memulai semua tanpa kamu. kamu pasti tak pernah memikirkan bagaimana hidupku tanpa kamu karena kamu telah bersama dia berbahagia tanpa adanya aku

waktu terus berjalan aku perlahan - lahan melupakanmu meski sering kali rasa penasaran itu muncul membuatku ingin mengetahui bagaimana kabarmu apakah kamu merindukanku? atau hanya aku yang merindukanmu dalam diam?
dan entah ada angin dari mana kamu  tiba - tiba bertanya tentang kabarku. rasanya hatiku senangnya bukan main aku tak pernah sadar bahwa kamu datang padaku hanya saat kamu bosan dengan duniamu; persinggahan.

dan kisah ini tak akan pernah ada akhir kamu dengan sangat mudahnya menarikku kembali menjadi kekasih tersembunyimu dengan bodohnya aku menerimamu kembali. bodoh bukan ? ya itulah cinta 
rasanya sangat tak adil bukan, kamu boleh bersenang - senang dengan wanita itu sementara aku harus sabar menunggumu begitu maumu? terlalu sering kau sakiti hatiku menjadi kebal dengan semuanya. rasanya aku terlalu lelah bertahan disampingmu tapi terlalu takut pergi menjauh drimu
sudahlah biarkan aku menikmati kebodohanku menikmati rasa sakitku sendirian.
dan kisah ini tak akan pernah berakhir bahagia (;