jam

Jumat, 03 Oktober 2014

Kekasih Tersembunyi

aku sudah lelah dengan semua ini, dengan bodohnya aku masih menyimpan perasaan ini.
aku selalu berharap kamu menjadi milik ku seutuhnya, aku selalu bermimpi bisa berjalan berdampingan denganmu tapi kenyataan kembali menamparku pada kenyataan yang ada; bahwa aku tak pernah nyata dimatamu.
tapi takdir seolah mempermainkan aku, kenapa saat aku telah berusaha melupakanmu menerima takdir bahwa; aku tak akan pernah nyata dimatamu, tapi kamu kembali menarikku masuk dalam pesonamu.
pesonamu seakan menarikku masuk dalam jurang tanpa dasar, aku tak mengerti dengan cara apa kamu bisa membuatku mencintaimu lagi, aku yang telah bersusah payah melupakanmu dengan mudahnya kamu membuatku memujamu kembali.
sungguh aku merasa bodoh, aku sadar aku hanya tempat persingahanmu aku hanya; kekasih terembunyi yang tak pantas menjadi tujuanmu bukan.

aku yang telah lama mencintaimu dalam diam melihatmu bersama wanita - wanita lain itu. sudah cukup rasanya air mataku tak bisa keluar lagi sudah lelah aku mencintaimu.
kamu yang dulu pernah bersamaku meskipun aku hanya; kekasih tersembunyimu. 
entahlah aku wanita macam apa aku wanita yang sangat bodoh atau lebih tepatnya; terbodohi oleh cinta.

aku sudah tau sejak awal disini akulah yang salah, dengan bodohnya aku mau - maunya saja menjadi kekasih tersembunyimu. aku bodoh bukan? sejak awal aku sudah tau dan sadar, bahwa aku hanya tempat pelarianmu bukan tujuanmu. tapi dengan bodohnya kenapa aku masih bertahan? entahlah aku juga tak mengerti dengan semua ini.
kenapa rasanya begitu sulit melepasmu? melepas semua perasaan ini?
kamu begitu mudah melepasku dan menarikku kembali, rasanya aku begitu sulit lepas dari jerat pesonamu

aku memang mencintaimu dan aku sadar betul aku tak memiliki hak apapun untuk melarangmu bersama wanita - wanita itu. aku punya hak apa? aku hanya seorang kekasih tersembunyi bukan? aku hanya bisa menangis menangisi kebodohanku yang tetap bertahan disampingmu meskipun rasa sakit ini selalu bersamaku.

aku cemburu, aku iri, aku ingin seperti dia yang bisa berjalan disampingmu bisa kau tunjukkan pada dunia, yang selalu kau bangga - banggakan yang selalu membuatmu tersenyum aku ingin mencintaimu saja dan aku ingin dijadikan satu - satunya tapi semua itu seperti mengenggam pasir; tak mungkin terjadi
tapi aku sadar diri, emas sepertimu tak pantas mencintai lumpur kotor sepertiku.

masih sangat segar di memori otak ku ketika kamu memutuskan semua tentang; kita akan berakhir
rasanya hatiku begitu sakit ketika kau mengatakan hal yang tak bisa di nalar dengan logika, tapi kamu tak mau peduli dengan perasaanku, dengan perjuanganku, dengan semua rasa sakitku.
kamu tetap bertahan dengan keputusan ini, keputusan untuk mengakhiri semua ikatan yang terjalin antara kita, meskipun ini tak adil bagiku tapi kamu tak mau peduli, ya sejak awal kisah ini tak akan ada happily ever after bukan?
 
hatiku tak bisa menerima semua ini terlalu menyakitkan bagiku kamu yang selalu ku jadikan nomor satu, kamu yang selalu ku perjuangkan dengan sangat kejamnya menyakitiku begitu dalam.
dari dulu aku memang tak pernah ada dihatimu bahkan dimatamu, mungkin bagimu aku hanya mainan yang kau mainkan dan kau buang saat kau sudah bosan bermain dengannya
tapi bagiku kamu lebih dari hidupku lebih dari diriku sendiri, bahkan aku rela menjadi hina seperti ini; dengan menjadi kekasih tersembunyimu.

semua harus berakhir bukan ? ya aku mencoba menerima semua hal yang sejujurnya tak pernah bisa ku terima. aku mencoba memulai hidupku kembali tapi tanpamu. tak ada lagi kita yang ada hanya aku sendiri menjalani hidupku yang baru membuka lembaran kisah tanpa kamu dalam buku baruku
kita; aku dan kamu memulai hidup kembali tapi mungkin yang lebih tepatnya aku yang memulai semua tanpa kamu. kamu pasti tak pernah memikirkan bagaimana hidupku tanpa kamu karena kamu telah bersama dia berbahagia tanpa adanya aku

waktu terus berjalan aku perlahan - lahan melupakanmu meski sering kali rasa penasaran itu muncul membuatku ingin mengetahui bagaimana kabarmu apakah kamu merindukanku? atau hanya aku yang merindukanmu dalam diam?
dan entah ada angin dari mana kamu  tiba - tiba bertanya tentang kabarku. rasanya hatiku senangnya bukan main aku tak pernah sadar bahwa kamu datang padaku hanya saat kamu bosan dengan duniamu; persinggahan.

dan kisah ini tak akan pernah ada akhir kamu dengan sangat mudahnya menarikku kembali menjadi kekasih tersembunyimu dengan bodohnya aku menerimamu kembali. bodoh bukan ? ya itulah cinta 
rasanya sangat tak adil bukan, kamu boleh bersenang - senang dengan wanita itu sementara aku harus sabar menunggumu begitu maumu? terlalu sering kau sakiti hatiku menjadi kebal dengan semuanya. rasanya aku terlalu lelah bertahan disampingmu tapi terlalu takut pergi menjauh drimu
sudahlah biarkan aku menikmati kebodohanku menikmati rasa sakitku sendirian.
dan kisah ini tak akan pernah berakhir bahagia (;

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar