jam

Minggu, 11 Maret 2018

Merindukanmu?

nyatanya kamu sudah pergi bukan ? meninggalkan aku disini sendiri melanjutkan hidup yang harusnya aku lalui bersamamu. aku tak tahu apakah ini layak disebut kehidupan? yang nyatanya untuk melihat hari esokpun aku sudah enggan, rasanya aku ingin waktu berhenti dihari itu.

hari dimana mimpi kita hancur, hari dimana kamu direnggut dariku dengan paksa.
kamu meninggalkanku tanpa pamit.
bolehkan aku menyalakan takdir ini? bolehkah aku mengutuk Yang Maha Kuasa?
kenapa dia memanggilmu terlebih dahulu? kenapa harus kamu? tak bisakah beri sedikit waktu untukku agar terbiasa tanpamu? nyatanya setelah kepergianmu yang sudah cukup lama ini aku masih belum terbiasa tanpamu.

hidupku tak berjalan normal, selama ini aku hanya berjalan di tempat, tempat yang sama seperti saat kamu meninggalkanku. rasanya baru kemarin kamu menungguku didepan teras rumah, baru kemarin aku melihat senyum secerah matahari diwajahmu, hangatnya pelukmu masih bisa ku rasakan, wangi parfummu masih ku ingat, aku masih begitu ingat ekspresimu saat mengusap kepalaku.

lantas kenapa rasanya baru kemarin semua itu terjadi; karna hidupku berhenti berjalan.
tak terasa berapa waktu aku harus menyusun hidupku yang kamu tingglkan, aku merindukanmu amat merindukanmu sampai rasanya susah tuk bernafas.
bolehkah aku memiliki harapan kecil? aku selalu berharap bisa tidur dengan tenang tanpa harus meneteskan air mata setiap meningatmu tapi nyatanya air mata ini terlalu sulit tuk dibendung rindu ini terlalu sesak untuk ditahan, tak bisakah kamu hadir lagi di hidupku? meskipun hanya lewat bunga tidur?
aku masih mencoba melajutkan hidup tanpamu, doakan gadis yang kau tinggalkan ini mampu melewati sisa hidupnya tanpamu

aku merindukanmu teramat merindukanmu. semoga tenang disisi-Nya
aku mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar